
Jombang. Dalam upaya mengantisipasi potensi merebaknya kembali wabah PMK, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang terus melakukan gerakan vaksinasi secara massif dengan sasaran utama ternak sapi baik sapi potong maupun perah. Hal ini menjadi langkah strategis terutama saat musim pancaroba dan musim penghujan tiba dimana kerap menjadi titik awal meningkatnya risiko munculnya kejadian penyakit pada ternak.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Drs. Mochamad Saleh, M.Si menjelaskan bahwa pada tahun 2025 Kabupaten Jombang setidaknya telah menerima distribusi vaksin PMK sejumlah 74.775 dosis yang berasal dari Pusat, Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Jombang termasuk supporting obat-obatan seperti vitamin bolus, obat cacing, desinfektan dan obat-obatan lain dalam rangka upaya pengendalian penyakit hewan menular strategis (PHMS) khususnya penyakit mulut dan kuku (PMK). Lebih lanjut Kadisnak Jombang mengatakan per hari ini Kabupaten Jombang tercatat terus mempertahankan status zero case PMK sejak terakhir kasus ditemukan pada akhir Maret 2025 lalu. “Vaksinasi ini penting bukan hanya untuk pencegahan penularan penyakit semata, tapi juga upaya kongkrit dari Disnak Jombang dalam rangka mempertahankan populasi ternak di Jombang,” pungkas Saleh.
Berdasarkan data yang dihimpun jumlah populasi sapi di Kabupaten Jombang tercatat lebih dari 52.000 ekor. Sedangkan capaian vaksinasi PMK sejak bulan Januari 2025 hingga berita ini ditulis telah terealisasi 74.430 dosis atau 99,54% dari target vaksin yang diterima dengan target utama pada ternak sapi dan tersebar di 21 wilayah kecamatan. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh drh. Azis Daryanto selaku Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnak Jombang bahwa “Capaian tersebut tentu menjadi sinyal yang baik dalam upaya terbentuknya kekebalan komunal pada ternak rentan PMK di wilayah Kabupaten Jombang, sehingga kami optimis wabah di awal tahun ini tidak terulang lagi di awal tahun 2026”. Kinerja vaksinasi yang memadahi ini tentu berkat kerja keras dan dukungan semua pihak. Para dokter hewan selaku komandan utama, dibantu oleh para mantri hewan, Inseminator, penyuluh peternakan dan pihak terkait yang aktif mendukung dan saling bersinergi dalam memperkuat fungsi kesehatan hewan di tingkat lapangan. Tentu hal ini juga diimbangi dengan respon baik dan peran aktif para peternak dalam mensukseskan gerakan vaksinasi.
Ditambahkan informasi lebih lanjut bahwa Peternak dihimbau agar terus mengupayakan ternaknya dalam kondisi tetap prima sehingga produktifitasnya selalu meningkat. Beberapa Tips agar ternak tetap dalam kondisi prima di antaranya : (1) rutin menjaga kebersihan dan sanitasi kandang; (2) asupan pakan yang cukup secara jumlah dan kualitasnya, (3) pemberian suplemen seperti vitamin, obat cacing dan jamu-jamuan dari ramuan tradisional, dan (4) program vaksinasi secara rutin pada ternak dan konsultasikan permasalahan ternak anda pada dokter hewan/mantri hewan yang ada di Puskeswan terdekat.