Pada hari Selasa, 17 Juli 2019, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang yang dalam hal ini di laksanakan oleh tim Bidang Budidaya bersama Petugas Kecamatan melakukan monitoring ternak sapi hibah APBN tahun 2017.
Dusun Kedungdendeng terletak di wilayah terluar sebelah ujung barat utara Kab Jombang, berbatasan dengan wilayah Kab Bojonegoro. Dusun yang berjarak 8 km dari Baledesa Desa Jipurapah tersebut merupakan wilayah dengan akses transportasi paling berat di Kab Jombang. Ada dua pilihan jalan yang bisa ditempuh, yaitu makadam berbatu sejauh 8 km atau jalan setapak setapak menyusuri semak belukar sejauh 10 km dari aspal terdekat.
Tim dinas peternakan terdiri dari Nurdin Purwoko, SPt (Kepala Bidang Budidaya), Moh Nurul (Kasi Perbibitan), Anton Ardiansah SPt (Pejabat Wastukan), Niken Ariyani drh (Medik Vet), Nur Zahro SKH (Medik vet), Ahmadi (P4H), Eko Agus Ndoweh (Inseminator) dan Tatang (inseminator). Turut serta pula Ir. Bambang Wiryo Utomo (Manajer PT Super Unggas Jaya Breeding Farm). Kendaraan yang digunakan adalah motor trail sebanyak 6 unit.
Kegiatan ini membahas laporan perkembangan ternak dan dukungan program FSR, serta dilakukan tinjau kandang dan ternak melalui rapat pertemuan dengan segenap pengurus dan anggota poktan Kedungdendeng.

Dari 13 ekor sapi betina PO (peranakan ongole) yang diterima pada bulan Desember 2017 sudah menghasilkan 11 ekor pedet/anakan. Dari 10 ekor anakan tersebut terjual senilai Rp. 79.000.000,-. Dari nilai tersebut yang Rp.17.500.000,- disetorkan ke kelompok sebagai sharing profit (income kelompok), dan sisanya menjadi hak pemelihara untuk kebutuhan hidup.
Adapun income kelompok senilai Rp. 17.500.000,- tersebut disepakati oleh kelompok digunakan untuk menambah modal satu ekor sapi betina seharga Rp. 10.800.000,- dan diserahkan hak pemeliharaannya kepada anggota yang belum menerima hak pemeliharaan, yaitu Sdr. Supardi. Satu ekor sapi tersebut menambah jumlah aset ternak kelompok.
Berdasarkan musyawarah kelompok income yang diperoleh diprioritaskan untuk menambah modal ternak kelompok sebanyak mungkin, agar dapat memberdayakan lebih banyak warga sebagai pemelihara.
Disamping itu kelompok juga berkeinginan untuk berpartisipasi pada program Farmer Social Responsibility (FSR) yang sedang di dorong oleh dinas, sebagai implementasi Proyek Perubahan. Kelompok Kedungdendeng akan bergabung dengan kelompok kelompok yang lain menyumbangkan ternak kambing/domba untuk didonasikan pada kelompok peternak potensial lain yang belum menerima bantuan pemerintah, pada FSR jilid 2 tahun 2020.
Diharapkan keberhasilan kelompok Poktan Kedungdendeng bisa menjadi inspirasi bagi kelompok peternak di Kabupaten Jombang.